
Tak asing bukan dengan penyakit cacar air? Dalam dunia medis cacar air disebut dengan varicella, karena penyebabnya adalah virus Varicella zoster. Ketika seseorang terserang virus ini, maka tubuhnya akan mengalami ruam kemerahan di sekujur tubuh. Ruam ini berisi cairan yang sangat. Nah, sebagian besar kasus cacar air umumnya menyerang anak-anak.
Meski umumnya cacar air bukanlah kondisi yang serius, tetapi sebaiknya jangan menganggap remeh penyakit ini. Sebab cacar air tetap bisa menimbulkan berbagai komplikasi, terutama pada seseorang yang punya sistem imun lemah, seperti pengidap HIV atau AIDS.
Waspadai Penyebab dan Faktor Risikonya
Dalam kebanyakan kasus, cacar air ini memang lebih sering menyerang anak-anak (di bawah 12 tahun). Akan tetapi, orang dewasa juga bisa saja terinfeksi virus ini. Ingat, penyakit ini amat mudah menular dengan cepat.
Seperti penjelasan, cacar air disebabkan oleh virus nakal yang menyerang tubuh. Lalu, bagaimana virus ini bisa menular dari pengidapnya ke orang lain?
Ternyata, virus ini amat mudah menular, bahkan cara penularan cacar air bisa hanya melalui kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam. Selain itu, cara penularan cacar air juga bisa melalui percikan ludah ketika pengidapnya bersin atau batuk. Oleh sebab itu, cobalah hindari kontak langsung dengan pengidapnya. Akan lebih baik lagi bila mengenakan masker sebagai pelindung diri.
Selain hal di atas, ada pula beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko terjadinya cacar air. Misalnya, mereka yang belum pernah menerima vaksin cacar air dan bekerja atau berada di tempat umum, seperti rumah sakit atau sekolah.
Cacar Air Bisa Kambuh, Masa Sih?
Menyoal cacar air, ada pertanyaan mungkin sering kita dengar. Benarkah cacar air bisa kambuh kembali? Sebab, banyak yang percaya kalau cacar air hanya terjadi sekali seumur hidup. Pada dasarnya, seseorang yang telah terkena cacar maka dirinya tak akan terkena penyakit ini lagi. Sebab, sudah terbentuk kekebalan tubuh seumur hidup.
Akan tetapi, ada kasus lainnya yang bisa berbeda. Menurut jurnal Pediatrics and Child Health, meski jarang ditemui, cacar air bisa terjadi berulang. Setelah cacar air sembuh, virusnya akan “tinggal” di jaringan saraf. Nah, ketika daya tahan tubuh pengidapnya rendah, maka virus ini bisa saja aktif kembali dan terjadilah infeksi herpes zoster.
Sayangnya, alasan mengapa kembali virus varisela zoster hingga saat ini belum diketahui pasti. Namun, pada kebanyakan kasus yang terjadi, penyebab herpes zoster adalah sistem kekebalan tubuh yang menurun, sehingga tubuh rentan terkena infeksi.
Kondisi ini rentan terjadi pada mereka di atas 50 tahun, akibat sistem kekebalan tubuh menurun. Bisa pula pada mereka yang mengalami stres fisik dan emosional, sehingga menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Disamping itu, mereka yang memiliki masalah sistem kekebalan tubuh (pengidap HIV atau menjalani kemoterapi) juga rentan terhadap kambuhnya virus ini.
Lawan Virusnya dengan Vaksin
Kalau bertanya cara apa yang paling ampuh untuk mencegah cacar air dan komplikasinya, jawabannya simpel kok. Lakukanlah vaksinasi cacar air. Menurut para ahli, vaksinasi ini menjadi cara yang ampuh dan efektif untuk mencegah penularan cacar air. Lantas, siapa yang dianjurkan menerima vaksinasi?
Vaksinasi ini dianjurkan untuk anak kecil dan orang dewasa yang belum mendapatkan vaksinasi. Untuk anak kecil, suntik vaksin Varicella pertama dilakukan ketika berusia 12–15 bulan. Selanjutnya, penyuntikan kedua dilakukan ketika anak berusia 2–4 tahun.
Sedangkan untuk anak yang lebih besar dan orang dewasa, juga perlu mendapatkan dua kali vaksinasi. Rentan perbedaan waktu setidaknya 28 hari.
Sementara itu, orang yang pernah mengalami cacar air tak perlu melakukan vaksinasi, sebab sistem imun sudah melindunginya dari virus ini sepanjang hidup.