
Kegiatan seksual harus dilakukan secara aman untuk menghindari banyak gangguan kesehatan, salah satunya adalah penyakit herpes. Penyakit herpes adalah salah satu penyakit menular seksual yang cukup banyak dialami.
Umumnya, penyakit herpes diakibatkan penyebaran virus herpes simplex. Pada awal paparan virus, virus tidak menunjukkan gejala pada tubuh. Namun, beberapa hari atau minggu setelah paparan virus, tubuh akan mengalami beberapa gejala dari penyakit herpes.
Tidak Dapat Disembuhkan, Herpes dapat Dicegah
Tidak ada salahnya untuk mengetahui gejala dari kondisi penyakit herpes, agar kamu dapat segera mengatasi penyakit ini. Biasanya, seseorang yang terjangkit virus herpes akan mengalami kondisi seperti flu dan merasa kondisi badan yang kurang sehat.
Biasanya, pengidap penyakit herpes mengalami kondisi seperti demam, bersin terus menerus, sakit kepala, pegal linu dan tidak memiliki nafsu makan. Pada pria dengan penyakit herpes maka akan muncul bintil yang terasa gatal, panas, hingga terjadi iritasi pada penisnya.
Selain itu, bintil yang diakibatkan penyakit herpes terasa padat dan berwarna kemerahan. Hindari menggaruk bagian bintil yang terasa gatal, karena menyebabkan iritasi dan luka pada penis. Gejala dari penyakit herpes dapat hilang setelah 2 hingga 3 minggu paparan dengan perawatan yang baik. Sayangnya, virus yang berada dalam tubuh dapat kambuh sewaktu-waktu.
Hingga saat ini belum ada obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan herpes. Pengidap hanya bisa meringankan gejala dan pencegahan terhadap kambuhnya penyakit herpes.
Lakukan Pencegahan terhadap Penyakit Herpes
Lakukan beberapa cara ini agar penyebaran penyakit herpes dapat dihentikan. Sebaiknya hindari kontak fisik dengan pengidap penyakit herpes agar penularan tidak terjadi. Menjaga kebersihan diri juga bisa kamu lakukan agar kamu terhindar dari penyakit herpes.
Sebaiknya, saat kamu mengobati bagian kulit yang mengalami penyakit herpes. Gunakan kapas atau alat agar kulit yang sehat tidak terpapar dengan virus penyebab penyakit herpes. Hindari berbagai barang-barang pribadi seperti handuk, pakaian atau alat makan dengan orang lain agar penularan penyakit herpes dapat dihentikan.
Bagi pengidap herpes, hentikan dulu kegiatan seksual untuk sementara, khususnya bagi pengidap herpes pada bagian alat kelamin. Penggunaan kondom juga tidak dapat menghentikan penyebaran virus dan virus herpes tetap dapat menyebar melalui kontak kulit yang tidak terlindungi dengan kondom.
Lakukan Pemeriksaan terhadap Penyakit Herpes
Meskipun jarang terjadi, penyakit herpes kerap menimbulkan komplikasi pada kesehatan, seperti penyebaran infeksi pada bagian tubuh yang lain, radang otak, radang paru-paru, hepatitis bahkan kematian jaringan retina mata.
Jadi, tidak ada salahnya untuk lakukan pemeriksaan agar kamu terhindar dan dapat lakukan pencegahan terhadap penyakit herpes. Pemeriksaan pertama yang biasanya dilakukan adalah pemeriksaan fisik. Dokter akan memastikan penyebab luka maupun koreng pada kulit yang dicurigai menjadi luka gejala penyakit herpes.
Pemeriksaan tambahan bisa dilakukan untuk memastikan gejala yang dialami dengan melakukan kultur virus herpes simplex dan juga tes antibodi pada pengidap penyakit herpes.








